Rabu, 08 Februari 2017

Konfigurasi User dan Username Router Mikrotik



Secara default di Router Mikrotik sudah terdapat satu user yang dapat mengakses RouterOS yaitu user dengan username : admin dan tanpa password. Username inilah yang awalnya kita gunakan untuk login ke RouterOS mikrotik seperti login di Winbox. Nah, kali ini akan membahas tentang penjelasan kategori hak akses user dan penambahan user router mikrotik.

User yang dapat login ke Router Mikrotik dapat dikelompokkan menjadi 3 kategori, yaitu :
  1. Full --> user yang memiliki akses ini merupakan user dengan pangkat tertinggi, yang dapat melakukan konfigurasi seperti menghapus konfigurasi, menambahkan konfigurasi, sampai dengan menambahkan user baru ke dalam sistem Mikrotik.
  2. Write --> user ini memiliki akses konfigurasi seperti pada user yang memiliki akses full, namun tidak dapat menambahkan user baru, dan juga tidak dapat melakukan proses backup konfigurasi.
  3. Read --> user dengan akses ini hanya mampu melakukan monitoring pada sistem, tidak mampu melakukan konfigurasi seperti pada user dengan level Write maupun Full.
Untuk melihat daftar user dalam sistem MikroTik, dapat menggunakan perintah command line :
[admin@MikroTik] > user print

Atau melalui winbox dengan menu System --> users


 Untuk menambahkan user baru klik icon +, masukkan username, pilih kategori akses pada kotak Group, isikan juga password.
Opsi Allowed Address digunakan jika user yang dibuat hanya boleh login melalui alamat IP tertentu, misalnya user hanya boleh login melalui interface ether1 maka isikan dengan IP address ether1 misal : 192.168.100.0/24. Namun jika tidak diisi maka user dapat mengakses dari interface mana saja. 



Jika sudah, maka akan muncul user baru di menu System --> users



Jadi user MikrotikIndo yang baru dibuat itu hanya dapat login jika ia mengakses melalui ether1 saja. Sementara user lainnya bisa login dari mana saja.

sumber:

Konfigurasi Mikrotik



Buka winbox dan masukan ip address mikrotik, username dan password mikrotik anda. Jika mikrotik anda belum mempunyai ip address, klik [] kemudian pilih mac address mikrotik anda, untuk username default mikrotik yaitu admin, password gak di isi biarkan kosongkan saja.
Winbox MikroTik




[1]. Setting Interface MikroTik
Buka menu interfaces maka akan tampil seperti berikut.
Interface MikroTik
Ubah nama interface mikrotik menjadi seperti berikut :
  • ether1  ======>  INTERNET
  • ether2  ======>  LAN
  • ether3  ======>  WIFI



Setting Interface MikroTik

[2]. Setting IP Address DHCP-Client MikroTik
Buka menu IP >> DHCP Client, kemudian klik tanda [ + ] pada bagian Interface, pilih INTERNET, sehingga interface ini akan mendapatkan ip address secara otomatis dari modem. Ceklis pada bagian Use Peer DNS, Use Peer NTP, Add Default Route. Jika sudah klik OK. Ip address yang saya dapat adalah 192.168.245.130/24



Setting DHCP Client MikroTik

[3]. Setting IP Address MikroTik
Buka menu IP >> Addresses,  kemudian klik tanda [ + ] dan masukan ip address sebagai berikut:
  • Interface: LAN >> Address: 192.168.10.254/24
  • Interface: WIFI >> Address: 192.168.20.254/24



Setting IP Address MikroTik

[4]. Setting IP Route MikroTik
Buka menu IP >> Routes, kemudian lihat dan pastikan sudah mendapat ip gateway dari modem (akan mendapatkan ip gateway dari modem dikarenakan tadi sebelumnya pada bagian ip dhcp-client sudah menceklis Add Default Route. Ip route yang berhasil didapatkan dari modem sebagai berikut. Jika belum mendapatkan ip route silakan klik tanda [ + ] kemudian masukan ip gateway dari modem.




Setting IP Route

[5]. Setting IP DNS MikroTik
Buka menu IP >> DNS, kemudian masukan ip dnsnya misalkan open dns milik google (8.8.8.8,  8.8.4.4) atau ip dns modem speedy anda. Ceklis pada bagian Allow Remote Requests, digunakan untuk menyimpan cache dns yang diakses oleh komputer client.


Setting IP DNS MikroTik

[6]. Setting IP Pool MikroTik
Buka menu IP >> Pool, kemudian klik tanda [ + ] dan masukan range ip yang akan diberikan kepada komputer client, sebagai berikut.
  • Lan  >>  192.168.10.101-192.168.10.200
  • Wifi  >>  192.168.20.101-192.168.20.200



Setting IP Pool MikroTik

[7]. Setting IP DHCP-Server Network MikroTik
Buka menu IP >> DHCP Server >> Networks, kemudian klik tanda [ + ] dan masukan seperti berikut.
  • Address: 192.168.10.0/24  Gateway: 192.168.10.254  Netmask: 32  DNS: 8.8.8.8, 192.168.10.254  Domain: lan.bukan-wifi.id
  • Address: 192.168.20.0/24  Gateway: 192.168.20.254  Netmask: 32  DNS: 8.8.8.8, 192.168.20.254  Domain: wifi.bukan-wifi.id


Setting DHCP Server Network MikroTik

[8]. Setting DHCP-Server MikroTik
Buka menu IP >> DHCP Server, kemudian klik tanda [ + ] dan masukan seperti berikut.
  • Name: LAN  Interface: LAN  Address Pool: Lan  Add ARP For Leases: yes
  • Name: WIFI  Interface: WIFI  Address Pool: Wifi  Add ARP For Leases: yes



Setting DHCP Server MikroTik

[9]. Setting Firewall NAT MikroTik
Klik menu IP >> Firewall, kemudian klik tanda [ + ] dan masukan seperti berikut.
  • Action: masquerade  Chain: srcnat  Out. Interface: INTERNET



Setting Firewall NAT MikroTik

[10]. Cek IP Address dan test internet dari komputer yang ada di jaringan Lan dan jaringan Wifi



Cek IP Address dan Test koneksi Internet Jaringan Wifi



Cek IP Address dan Test koneksi Internet Jaringan Lan
Komputer  client yang ada di jaringan Lan dan Wifi sudah terkoneksi ke internet.

sumber:
https://gerakanopensource.wordpress.com/2016/01/03/konfigurasi-router-mikrotik-interface-ip-address-ip-route-ip-dns-ip-dhcp-server-ip-firewall-nat/